HAJI DAN UMROH LENGKAP, Pengertian,Syarat,Dalil dan Tata Caranya....

    Ibadah Haji dan Umroh wajib dilaksankan oleh setiap orang islam yang sudah mampu menjalankannya baik dari segi biaya,tenaga dan mental. Yang mana ibadah ini sudah menjadi  relita sejak zaman Nabi Ibrahim, beliau mengajarkan persatuan universal humanista berbasis spiritual dan pemaiknaan terhadap kerelegiusan secara lebih mendalam,haji dan umroh dikerjakan bukan hanya untuk mensyukuri nikmat-nikmat badaniyah atau harta saja, melainkan penggabungan dari keduanya.

HAJI DAN UMROH LENGKAP, Pengertian,Syarat,Dalildan Tata Caranya....


Dalil Tentang Haji Dan Umroh

    Didalam AlQur’an sudah jelas dikatan bahwasannya  Allah SWT berfirman Dalam QS. AL- Baqoroh : 197) yang berbunyi sebagai berikut :
 واتمواالحج والعمرةلله 

Artinya : " Adalah Lakukanlah  ( ibadah ) haji dan umroh secara sempurna Karena                         Allah "
    Setiap ibadah yang sempurna memerlukan pengorbanan dari segi tenaga, masa, harta, dan perasaan yang perlu dicurahkan. Ibadah haji khususnya bukan saja mengorbankan tenaga, masa, dan perbelanjaan yang banyak yang dikumpulkan bertahun-tahun bahkan ia berkehendakan seseorang untuk menanggung perpisahan dengan keluarga, sanak saudara, sahabat, dan kampung halaman serta menahan kemauan-kemauan nafsu semasa dalam Ihram. Ia juga merupakan satu pengorbanan yang luar biasa dari kelaziman menunaikan ibadah-ibadah lain dalam hidup kita sepanjang tahun. Umpamanya sholat lima waktu boleh dilakukan dalam rumah sendiri, dibalik berkipas atau berhawa dingin, begitu juga puasa boleh berbaring- baring malah tidurpun boleh dibilik yang selesai dengan begitu mudah.

    Ibadah haji tidak memungkinkan seseorang itu mencapai kehendak ibadahnya dengan begitu mudah kita perlu menghadirkan diri kita ke tanah suci dengan keadaan yang diluar dari kebiasaan dalam arti kata lain seseorang harus keluar dari kelaziman dan kesenangan yang diterima selama ini dimana keadaan di tanah suci tidak memberi peluang untuk kita menikmati keadaan di tanah sendiri.

Syarat Haji Dan Umroh

1. Islam
2. Baligh
3. Berakal
4. Merdeka
5. Istito'ah (mampu) dalam segi jasmani, rohani, keamanan, dan ekonomi.
6. Bagi seorang wanita ditambah syarat adanya mahrom yang menemani haji.

Pengertian Umroh

    Umroh ialah berkunjung ke baitulloh dalam rangka melaksanakan amalan- amalan umroh demi memenuhi panggilan Allah SWT. Umroh dapat dilaksanakan kapan saja, hanya ada beberapa waktu yang dimakruhkan, yaitu pada tanggal 9, 10 Dzulhijjah dan hari tasyrik, karena pada waktu tersebut disyariatkannya pelaksanaan haji.

Rukun Umroh

    Rukun umroh adalah pekerjaan yang mana ketika pekerjaan tersebut
ditinggalkan, maka umrohnya tidak sah/batal. Adapun rukun-rukun umroh yaitu :
1. Ihram (niat) umroh
2. Thowaf
3. Sa'i
4. Tahallul
5. Tertib


Wajib umroh


    Wajib umroh adalah pekerjaan yang apabila ditinggalkan, maka umrohnya tetap sah, akan tetapi wajib untuk membayar dam (denda). Adapun wajib umroh ialah memulai Ihram dari Miqot.

Pengertian Haji

    Haji ialah berkunjung ke Baitulloh dalam rangka melaksanakan amalan-amalan haji guna memenuhi panggilan Allah SWT yang diwajibkan bagi umat muslim dalam seumur hidup satu kali Haji hanya dapat dilaksanakan pada tanggal 9, 10 Dzulhijjah dan hari tasyrik. Setiap melaksanakan ibadah haji, diwajibkan untuk melaksanakan ibadah umroh.

Rukun Haji

    Rukun haji adalah pekerjaan yang mana ketika pekerjaan tersebut ditinggalkan,
maka hajinya tidak sah/ batal. Adapun rukun-rukun ibadah haji yaitu :

  1. Ihram (niat) haji
  2. Wukuf di Arafah
  3. Thowaf ifadloh
  4. Sa'i
  5. Tahallul
  6. Tertib

Wajib Haji

    Wajib haji adalah pekerjaan yang apabila ditinggalkan, maka ibadah hajinya
tetap sah, akan tetapi berkewajiban untuk membayar dam (denda).
  1. Adapun wajib haji yaitu :
  2. Memulai ihram dari migot
  3. Mabit (menginap) di Muzdalifah
  4. Mabit (menginap) di Mina
  5. Melempar jamroh
  6. Thowaf wada

Persamaan Haji Dan Umroh

  1. Ritual keduanya sama sama di Mekah
  2. Keduanya memiliki rukun yang sama 
  3. Keduanya pun termasuk perkara yang wajib kita lakukan 
  4. Ibadahnya mendapat pahala 
  5. Sama-sama mengunjungi Baitullah di Mekkah.
  6. Kduanya menggunakan miqot makani.
  7. Apabila meninggalkan salah satu kena dam akan tetapi kedua ibadah tersebut  tetap sah.
  8. Keduanya dilakukan dengan keadaan ikhram.

Perbedaan Haji Dan Umroh

  1. Jikalau umroh waktu melaksanakannya bebas kecuali pada tanggal 9, 10 Dzulhijjah dan hari tasyrik , hari hari tersebut dimakruhkan, karena dikhususkan untuk melaksanakan ibadah haji.  sedangkan haji sendiri terpaku oleh waktu yakni harus dilaksanakan pada hari  tersebut.
  2. Didalam ibadah umroh tidak ada wukuf di tanah arafah, Sedangkan haji  ada.

Tata Cara Haji Dan Umroh

  1. Mengerjakan haji dan umroh bisa memakai salah satu dari 3 cara:
  2. Hai Ifrod yakni mendahulukan mengerjakan ihram haji kemudian mengerjakan ihram umroh.
  3. Haji Tamattuk, yakni mendahulukan mengerjakan ihram umrah kemudian mengerjakan ihram haji
  4. Haji Qiron, yakni mengerjakan ihram haji dan ihram umroh secara bersamaan
Catatan : 
    urutan tiga macam haji ini yang paling utama adalah haji ifrod kemudian haji tamattuk disusul haju qiron. Untuk pelaksanaan haji tamattuk dan haji qiron diwajibkan untuk membayar dam (denda) karena meninggalkan ihram dari miqot.

1. Miqot

    Miqot adalah batas tempat dan waktu melakukan ibadah haji dan umroh. Migot terdiri atas dua macam, yakni miqot zamani dan miqot makani.
  1. Miqot zamani adalah batas waktu untuk melaksanakan haji, menurut sebagian besar ulama' miqot zamani dimulai tanggal 1 Syawal sampai terbitnya fajar tanggal 10 Dzulhijjah.
  2. Miqot makani adalah suatu tempat yang menjadi batas dimana kita akan memulai ihram haji dan umroh. Tempat-tempat untuk miqot makani ihram haji adalah:
  • Zulhulaifah (Bir An) (450 km dari Makkah) bagi orang yang datang dari arah Madinah.
  • Al-Juhfah (Robigh) (204 km dari Makkah) bagi orang yang datang dari arah Suriah, Mesir dan wilayah-wilayah maghrib (barat).
  • Yulamlam (sebuah gunung yang letaknya 94 km disebelah selatan Makkah) bagi orang yang datang dari arah Yaman.
  • Qornul Manazil (94 km sebelah timur Makkah) bagi orang yang datang dari arah Najd ( begitu juga miqot Makani bagi orang yang datang dari Indonesia )
  • Dzatul irqin (94 km sebelah timur Makkah) bagi orang yang datang dari arah Iraq.

2. Ihrom

    Ihram adalah niat untuk mengerjakan ibadah haji / umroh dan disertai memakai pakaian ihram. Bagi seorang laki-laki adalah dua helai pakaian yang tak berjahit, satu helai untuk menutup badan bagian atas, dan satu helai untuk menutup badan bagian bawah. Adapun bagi seorang wanita adalah busana muslimah yakni pakaian yang dapat menutupi seluruh tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan. Selama dalam keadaan ihram, diharamkan yang sebelumnya dihalalkan. Dengan mengucapkan niat haji/umroh dari miqot, berarti telah memulai melaksanakan haji/umroh.

Kesunnahan dalam ihram
  • Memotong kuku, kumis, rambut ketiak dan rambut kemaluan
  • Mandi (termasuk seorang wanita yang sedang menstruasi)
  • Memakai pakaian ihram yang putih
  • Memakai pengharum badan
  • Shalat sunah ihram.
Keharaman dalamn ihram
  • Memakai pakaian yang berjahit (bagi seorang laki-laki)
  • Memakai penutup kepala (bagi seorang laki-laki)
  • Memakai penutup dan telapak tangan (bagi seorang perempuan)
  • Memakai minyak rambut kepala atau jenggot meskipun tidak harum
  • Memakai pengharum badan, pakaian, ataupun makanan
  • Memotong kuku
  • Memotong/mencukur rambut badan (kumis, jenggot, dll)
  • Memburu, membunuh, atau menganiaya binatang buruan darat yang halal untuk dimakan
  • Nikah, menikahkan, atau menjadi saksi nikah
  • Jima' (bersenggama) baik dari jalan qubul maupun dubur
  • Bersentuhnya kulit yang dapat menimbulkan syahwat (muqoddimatul jima').
    Semua hal yang diharamkan diatas apabila dikerjakan dengan sengaja dar mengetahui akan hukum keharamannya, maka diwajibkan untuk membayar dam ( denda ). Namun jika karena lupa atau tidak tahu, maka hukumnya diperinci sebagai berikut :
  • Jika tidak bersifat merusak (seperti memakai pengharum) maka tidak wajib membayar fidyah.
  • Jika bersifat merusak (seperti memotong rambut) maka wajib untukmembayar fidyah.
  • Jika memotong rambut yang membuat sakit atau kuku yang pecah, maka tidak wajib untuk membayar fidyah.
  • Jika dikarenakan mengobati penyakit atau menolak panas/dingin, maka hal tersebut diperbolehkan, akan tetapi wajib untuk membayar fidyah.

3. Thowaf

    Towaf adalah mengelilingi ka'bah sebanyak tujuh kali putaran.
Syarat sahnya Thowaf:
  • Menutupi aurot
  • Suci dari hadats dan najis
  • Dimulai dan diakhiri dari arah sejajar hajar aswad
  • Menjadikan ka'bah di sebelah kiri
  • Meyakini thowafnya sudah sempurna tujuh kali putaran
  • Tidak ada tujuan lain selain thowaf
  • Berada di Masjidil Harom dan diluar Syadarwan (pondasi ka'bah).
Thowaf ada 4 macam, yaitu:

    Pertama Thowaf Rukun ada dua:
  • Thowaf Rukun Haji (Thowaf lfadloh)
  • Thowaf Rukun Umroh
    Kedua Thowaf Qudum merupakan thowaf penghormatan kepada Baitulloh saat tiba di Makkah, hukumnya adalah sunnah bagi yang melakukan haji ifrod dan qiron, tidak bagi yang melakukan haji tamattu', karena thowaf qudum sudah termasuk di dalam thowafumroh.

    Ketiga Thowaf Wada' merupakan penghormatan akhir kepada Baitulloh ketika hendak meninggalkan Makkah. Hukumnya adalah wajib selain wanita Haid/ nifas dan yang memiliki udzur syar'i. maka cara penghormatannya cukup dengan memandang ka'bah dari pintu masjidil haram.

    Keempat Thowaf Sunnah adalah thowaf yang dikerjakan setiap ada kesempatan.
Sunnah-sunnah dalam Thowaf
  • Niat (jika untuk thowaf rukun, maka niat menjadi sunnah, dan jika untuk selain thowafrukun maka menjadi wajib).
  • Mengusap dan mengecup Hajar Aswad bila memungkinkan dan cukup dengan isyaroh melambaikan tangan bila tidak memungkinkan.
  • Memperbanyak do'a dan dzikir selama melakukan thowaf.
  • Berlari kecil-kecil pada tiga putaran awal (bagi laki-laki).
  • Muwalah (tidak terputus) dalam putaran thowafnya.
  • Al-ittiba yaitu meletakkan pertengahan kain ihrom dibawah ketiak tangan kanan.

4. SA'I

    Sa'i adalah berjalan khaki dari bukit Shofa ke bukit Marwah dan sebaliknya sebanyak tujuh kali perjalanan, dari bukit Shofa ke bukit Marwah atau sebaliknya dihitung satu kali dan waktunya adalah setelah thowaf rukun/ qudum. Dalam sa'i tidak disyaratkan suci dari hadats/ najis.

Syarat sahnya sa'i:
  • Tertib (dimulai dari bukit Shofa dan berakhir di bukit Marwah)
  • Meyakini akan tujuh kali perjalanan
  • Meyakini dalam setiap perjalanan sudah melewati batas bukit Shofa dan bukit Marwah
  • Antara thowaf dan sa'i tidak diselingi dengan amalan-amalan haji yang lain.
Sunnah-sunnah dalam sa'i
  • Suci dari hadats dan najis
  • Berjalan sampai puncak bukit Shofa dan Marwah (bagi laki-laki)
  • Berlari kecil diantara dua lampu hijau" (bagi laki-laki) 
  • Tidak terputus di antara tujuh perjalanan
  • Berdzikir dan berdo'a diantara lampu hijau dan di puncak bukit Shofa dan Marwah
NB : Yang dimaksud Dua lampu hijau diatas  adalah yang biasa disebut mailul akhdlor yang digantungkan di ruknil masjid, yang dulunya berupa lembah antara dua bukit Shafa dan Marwah.

5. Wuquf Di Arofah

    Wuquf di tanah arofah adalah menjadi rutinitas yang harus dilakukan oleh orang yang sedang melaksanakan  ibadah haji maupun umroh.dimana waktunya dari mulai tergelincirnya  matahari ditanggal 9 dzulhijjah sampai terbitnya fajar matahari ditanggal 10 dzul hijjah.
    Wuquf tidak disyaratkan suci dari hadats besar atau kecil.  Selama wuquf di arofah disunnahkan mengadakan khutbah arofah, memperbanyak dzikir, do'a, dan istighfar.

6. Mabit Di Muzdalifah

    Mabit di Muzdalifah adalah bermalam/ istirahat di Muzdalifah pada waktu setelah tengah malam tanggal 10 Dzulhijjah setelah wukuf di Arofah walaupun sejenak
Pada saat mabit di Muzdalifah disunnahkan mencari batu kerikil, adapun kerikilnya bisa diambil di mana saja ,namun disunnahkan dari muzdalifah sebanyak 7/49/ 70 butir.

7. Mabit Di Mina


    Mabit di Mina adalah menginap di tanah Mina sedikitnya 6 2 jam). pada malam hari tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah bagi yang melakukan Nafar awal (meninggalkan mabit di Mina sebelum terbenamnya matahari tanggal 12 Dzulhijjah agar gugur kewajiban mabit dan melempar jumrah di tanggal 13 Dzulhijjah). Tanggal 11, 12, dan 13 dzulhijjah bagi yang melakukan Nafar sani (menyempurnakan mabit dan melempar jumrah hingga tanggal 13 Dzulhijjah)

8. Melempar Jumroh

    Melempar jumroh adalah melemparkan batu-batu kecil sebanyak 7 butir ke dalam sumur Ula, Wustho, dan 'Aqobah (pada hari-hari yang ditentukan).
Pada tanggal 10 Dzulhijjah hanya melempar jumrah 'Aqobah, waktunya mulai terbitnya matahari hingga waktu zawal, namun menurut qoul Ashoh waktunya adalah tengah malam. Adapun waktu ikhtiarnya hingga terbenamnya matahari.
Pada tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah melempar jumrah Ula, Wustho, dan 'Aqobah secara berurutan. Waktunya dimulai waktu zawal hingga terbenamnya matahari pada setiap harinya. Adapun waktu ikhtiarnya mulai sore hari sampai malam hari.

Syarat-syarat melempar jumrah
  • Menggunakan tangan
  • Meyakini telah melempar sebanyak 7 kali
  • Meyakini bahwa batu kerikil benar-benar masuk ke dalam sumur
  • Tartib (dimulai dari sumur Ula, Wustho, kemudian Aqobah).

9. Tahallul

    Tahallul adalah dihalalkannya melakukan perbuatan yang sebelumnya diharamkan selama waktu ihram dengan memotong atau mencukur rambut kepala sedikitnya 3 helai rambut. Bagi seorang laki-laki yang lebih utama mencukur bersih (gundul). Bagi seorang perempuan memotong rambut sepanjang 2 cm dari sebelah kanan dan kiri.

Tahalul haji ada dua macam:

1.Tahallul Awwal
Tahallul awwal adalah menyelesaikan salah satu dari dua hal berikut:

  • Melempar jumrah 'Aqobah pada tanggal 10 Dzulhijjah, kemudian memotong rambut kepala.
  • Thowafifadhoh, sa'i, kemudian memotong rambut.

Dengan melakukan tahallul awwal, maka semua hal yang diharamkan pada waktu ihram menjadi halal untuk dilakukan, kecuali jima' (bersenggama)

2. Tahallul Tsani
Tahallul tsani adalah menyelesaikan 3 hal berikut:

  • Melempar jumrah Aqobah.
  • Memotong rambut, dan
  • Thowafifadloh beserta sa'i.
    Dengan tahallul Tsani, maka semua hal yang sebelumnya diharamkan menjadi halal untuk dilakukan, termasuk jima' (bersenggama).

FIDYAH

Fidyah ada dua (2) macam, yaitu :
1. Membayar fidyah satu mud (kira-kira 6 ons beras atau kurma atau makanan pokok lainnya).
  • Fidyah ini diwajibkan apabila :
  • Menghilangkan sehelai rambut atau sebagianya
  • Memotong satu kuku atau sebagianya
  • Meninggalkan melempar jumrah satu kali
  • Meninggalkan mabit (menginap) di Mina pada salah satu malam dari tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah tanpa udzur
  • Memotong tumbuhan atau membunuh hewan buruan yang harganya sekitar satu mud.
2. Membayar fidyah dua mud (kira-kira 1,2 kg beras atau kurma atau makanan pokok lainnya) Fidyah ini diwajibkan apabila:
  • Menghilangkan dua helai rambut atau sebagianya
  • Memotong dua kuku atau sebagianya
  • Meninggalkan mabit (menginap di Mina sebanyak dua malam tanpa udzur.
  • Memotong tumbuhan atau membunuh hewan buruan yang harganya 2 Mud.

DAM  ( Denda )

Dam (denda) itu ada 4 macam, yaitu :

1. Dam Tartib wa Taqdir

    Yaitu cara mengambil dam-nya diharuskan tertib (apabila benar-benar tidak mampu untuk mengambil dam yang pertama, diwajibkan mengganti dam yang kedua) dengan Ketentuan syara', yakni;
  1. Menyembelih satu kambing
  2. Berpuasa 10 hari, yakni 3 hari dikerjakan di tanah Haram dan 7 hari dikerjakan di tanah air. Apabila tidak bisa mengerjakan puasa di tanah Haram karena ada udzur, maka harus mengqodlo di tanah air dengan memisahkan antara puasa yang 3 hari dan puasa 7 hari dengan selang waktu minimal 4 hari.
Macam-macam dam ini diwajibkan untuk seseorang yang melakukan
pelanggaran yakni:
  • Mengerjakan haji dengan cara Tamattu'
  • Mengerjakan haji dengan cara Qiran
  • Tidak berihram dari miqot
  • Tidak mabit di Muzdalifah
  • Tidak mabit di Mina sebanyak 3 malam
  • Tidak melempar jumrah selama 3 hari
  • Tidak mengerjakan Thowaf wada' dengan tanpa udzur
  • Tidak wuquf di Arafah (akan tetapi hajinya tetap tidak sah).

2. Dam Tartib wa Ta'dil

    Yaitu cara mengambil dam-nya diharuskan tertib, dengan dasar harga yang diganti. Pelanggaran yang mewajibkan dam semacam ini ada dua, yakni:

    pertama Jima' (bersenggama) sebelum tahallul awwal atau tahallul umrah diwajibkan untuk membayar dam berupa :
  • Menyembelih 1 ekor unta, jika tidak ada maka 1 ekor sapi dan jika tidak ada sapi maka diganti 7 ekor kambing.
  • Memberi shodaqoh kepada faqir miskin seharga satu ekor unta.
  • Puasa sebanyak/seharga satu ekor unta (1 mud=1 hari).
    Kedua Terkepung musuh (dipenjara), sakit, tertinggal rombongan atau lainnya sehingga tidak mampu untuk meneruskan ibadah haji atau umrah, dan berkeyakinan bahwa masa/ waktu terkepung musuh (dipenjara) tersebut tidak bebas hingga batas waktu haji usai. Dalam hal ini, mewajibkan untuk membayar dam, kemudian disusul tahallul, dengan ketentuan sebagai berikut :
  • Menyembelih seekor kambing kemudian memotong rambut, yang keduanya diniati untuk tahallul.
  • Memberi shodaqoh seharga seekor kambing kemudian memotong rambut yang keduanya diniati tahallul.
  • Puasa sebanyak/ seharga satu ekor kambing (1 mud = 1 hari) kemudian disusul memotong rambut.

3.Dam Takhyir wa Taqdir

    Yaitu cara menentukan Damnya boleh memilih salah satu diantara beberapa
hal yang telah ditentukan oleh syara' yakni;
  • Menyembelih seekor kambing
  • Memberi shodaqoh sebanyak 3 sho' t 7,5 kg)kepada 6 orang faqir miskin, setiap orang mendapatkan bagian shol( kg)
  • puasa 3 hari
    Macam-macam dam ini diwajibkan bagi seseorang yang melakukan
pelanggaran, yakni;
  1. Memotong 3 helai rambut atau lebih
  2. Memotong 3 kuku atau lebih
  3. Memakai pakaian yang terjahit (bagi laki-laki)
  4. Memakai pengharum
  5. Meminyaki rambut atau jenggot meskipun minyak tersebut tidak Pendahuluan jima' (pemanasan bersenggama) Jima'setelah tahallul awwal.

4. Dam Takhyir wa Ta'dil“

    Yaitu cara menentukan damnya boleh memilih salah satu diantara beberapa hal dengan dasar harga. Pelanggaran yang mewajibkan dam semacam ini adalah;

a. Membunuh hewan buruan. Maka diwajibkan dam berupa;
  • Menyembelih hewan ternak seharga hewan yang dibunuh
  • Memberi shodaqoh seharga hewan yang dibunuh
  • Berpuasa sebanyak/seharga hewan yang dibunuh (1 mud=1 hari).
b. Merusak tumbuhan yang hidup di Tanah Haram. Maka diwajibkan dam berupa ;

  • Menyembelih seekor sapi, jika yang dirusak tumbuhan yang besar. Dan menyembelih seekor kambing, jika yang dirusak tumbuhan kecil.
  • Memberi shodaqoh kepada faqir miskin seharga sapi/kambing yang sesuai kesalahannya.
Catatan :
Semua dam yang berupa menyembelih atau shodaqoh harus dilaksanakan dan dibagikan di Tanah Haram, kecuali dam yang disebabkan terkepung musuh (dipenjara).

Baca juga : Dasar Hukum Qurban Dan Aqiqah


Sumber : www.santridalail.my.id

0 Response to "HAJI DAN UMROH LENGKAP, Pengertian,Syarat,Dalil dan Tata Caranya...."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel