Nishob Dan Cara Menghitung Zakat Pertanian Dan Perkebunan...

Pengertian Zakat pertanian dan perkebunan

    Nishob dan cara menghitung zakat pertanian dan perkebunan . Negara Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alamnya dari segi pertanian dan perkebunan. Kita semua tahu  Negara agraris adalah julukan dari negara kita, sehingga kita patut berbangga negara  kita pernah menjadi macan Asia, merajai  dalam segi penyedia atau pengekspor beras terbesar  se Asia Tenggara. Dan sekarangpun beras menjadi makanan pokok masyarakat kita. Maka tak aya  mayoritas di negara kita banyak warga  yang menggantungkan hidupnya dari bercocok tanam padi. akan tetapi dari Realita yang terjadi banyak masyarakat yang belum mengerti akan kewajiban sebagai seorang muslim yakni menyisihkan sebagian harta mereka atau halnya berzakat guna menjalankan perintah syariat dari ajaran Nabi Muhammad Saw. Dan artikel ini insya Allah  akan memberitahukan sedikit pengetahuan mengenai masalah zakat pertanian dan perkebunan simak selengkapnya.

Hukum zakat pertanian 

    Zakat pertanian dan perkebunan sendiri juga disebut zakat hasil bumi atau hasil panen dari bercocok tanaman padi jagung dan lain lain.Yang mana termasuk juga masuk dalam kategori zakat mal. Dan merupakan kewajiban bagi setiap muslim untuk melaksanakannya,  hal ini dijelaskan oleh Alah swt di dalam Alquran Surat al An'am ayat 141 . Dan zakat tersebut  diserahkan pada waktu tertentu dan  kepada orang tertentu pula  ketika sudah mencapai nishob nya. Adapun nishob dari zakat pertanian dan perkebunan ini adalah  5 wasaq atau halnya setara dengan 750 kg ( ada yang menyebutkan 653 kg )  untuk tanaman yang berupa beras, jagung, gandum, kurma ,dan lain sebagaimana persih apa yang di sabdakan oleh Nabi Muhammad Saw.
   
Syarat wajib zakat pertanian dan perkebunan

    Kewajiban dari  zakat pertanian dan perkebunan yang harus memenuhi beberapa syarat antara lain :
  1. Islam, seorang yang hendak melakukan zakat haruslah dia yang beragama Islam. Jadi untuk non muslim tidak mendapat kewajiban.
  2. Merdeka, tidak berupa hamba sahaya atau budak. Dalam hal ini untuk waktu sekarang sudah sangat jarang sekali kita temui yang namanya hamba sahaya.dikarnakan sudah berlakunya UUD Hak Asasi Manusia.
  3. Hak milik yang sempurna, maksudnya barang yang kita zakat adalah sepenuhnya milik kita.
  4. Ditanam oleh seseorang. Jadi disini harus dengan niatan kita menanam tidak wajib jikalau tanaman tadi tumbuh liar atau tidak sengaja kita tanam. Misalkan tanaman tumbuh disebabkan terbawa oleh air atau angin. Maka tidak wajib untuk dizakati.
  5. Berupa makanan pokok dan kuat disimpan dalam jangka waktu yang lama’
  6. Sudah sampai satu nishob.
Waktu dan cara menghitung zakat pertanian dan pekebunan

    Kapan waktu  mengeluarkan zakat pertanian dan perkebunan ? Waktu mengeluarkan zakat pertanian dan perkebunan adalah setiap kali musim panen  dengan catatan telah memenuhi persyaratan di atas.

    Bagaimana cara menghitung zakat pertanian dan perkebunan  ? untuk kadar zakat yang dikeluarkan adalah  menyesuaikan metode pengairan / penyiraman yang digunakan. Jikalau pengairan membutuhkan uang ( menggunakan bantuan diesel / beli ) maka kadar zakatnya adalah 5 % dan bila tidak menguarkan biaya ( menggunakan irigasi ) maka kadar zakatnya adalah 10 %.

contoh : 
  • jika membutuhkan uang untuk pengairannya semisal jumlah dari hasil panen Rp. 10.0000. X 5 % = Rp.5000.
  • Jika tidak membutuhkan uang ( menggunakan irigasi ) semisal hasil panen Rp. 100.000 x 10% = Rp. 10.000.

    Banyak lembaga Baznas ( Badan Amil Zakat Nasional ) seperti halnya laziznu yang dimiliki oleh organisasi islam terbesar Indonesia yakni Nahdhotul Ulama yang memberi wadah untuk kita melaksanakan zakat pertanian dan perkebunan . Dan mari menyisihkan sebagian hasil dari panen kita supaya menjadikan panen kita melimpah dan berkah. Serta membantu saudara kita yang membutuhkan ...
    semoga bermanfaat...amin...




Sumber : www.Santridalail.my.id

1 Response to "Nishob Dan Cara Menghitung Zakat Pertanian Dan Perkebunan..."

  1. Kalau ada yang janggal atau salah dalam segi penulisan atau pemahaman harap untuk mengkritik dan memberi saran di kolom koment dibawah ini terimakasih.....

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel