Qurban boleh dilaksanakan pada tanggal berikut beserta syarat dan pengertian qurban...


    Qurban adalah jenis hewan tertentu yang disembelih mulai hari Nahr (10 Dailhijjah) sampai akhir hari tasyriq (13 Dzulhijjah) dengan tujuan taqarrub (mendekatkan diri kepada Allah). Menurut madzhab Syafi'i hukum berqurban adalah sunnah 'ain bagi yang tidak memiliki keluarga dan sunnah kifayah' bagi setiap anggota keluarga yang mampu. Qurban bisa menjadi wajib jika dinadzari.




Syarat Qurban
  1. Tergolong jenis an 'àm, yaitu unta, sapi dan kambing. Untuk jenis domba harus sudah tercerai berai giginya (jawa: powel) pada usia setelah enam bulan ataupun mencapai usia satu tahun meskipun belum mengalami kondisi demikian.
  2. Untuk jenis sapi dan kambing kacang harus sudah mencapai umur dua tahun. Sementara untuk jenis unta disyaratkan mencapai usia 5 tahun.
  3. Binatang qurban tidak mengalami cacat yang dapat mengurangi kualitas daging atau anggota tubuh lain yang biasa dikonsumsi. Berarti hewan yang kurus ,telinganya terpotong tidak mencukupi untuk dibuat qurban atau belum mencukupi.
  4. Melakukan prosesi niat ketika menyembelih atau cukup dengan adanya ta'yin (menentukan binatang yang hendak dibuat qurban) dalam selain permasalahan qurban nadzar.
Catatan:

    Satu ekor unta dan sapi bisa mencukupi untuk tujuh orang, sementara satu ekor kambing hanya bisa mencukupi untuk satu orang saja. qurban nadzar..

Waktu pelaksanaan qurban

    Di mulai dari lewatnya masa yang memungkinkan melakukan ritual shalat dua raka'at dan dua khutbah sesuai standar umum sejak terbitnya matahari, sampai dengan akhirnya hari tasyriq.

Alokasi Daging qurban

    Untuk qurban wajib, seluruh dagingnya harus disedekahkan, bagi mudlahhi tidak diperkenankan memakan sedikitpun darinya. Sementara untuk qurban sunah, tidak harus disedekahkan secara keseluruhan, cukup dengan kadar yang memiliki nominal menurut pandangan umum (aqallu ma yanthaliqu 'alaihi al-ismu), namun demikian bagi mudlahhi dianjurkan untuk makan daging qurban sekedarnya saja dalam rangka tabarrukan (mencari berkah) dan mensedekahkan sisanya. 
    Status daging qurban yang diberikan ke orang faqir adalah tamlik (kepemilikan penuh), sehingga bagi faqir tersebut boleh mengalokasikan daging qurban secara bebas. Berbeda dengan orang kaya, status daging yang diterimanya adalah ith'am (hidangan), sehingga dia hanya boleh memakannya sendiri, tidak diperbolehkan menjual, memberikannya ke pihak lain, atau beberapa jenis tasharruf yang dapat menghilangkan kepemilikan.
     Tidak diperbolchkan menjual bagian tubuh hewan qurban, termasuk kulitnya ke pihak manapun. Begitu juga tidak boleh diberikan ke pihak jagal atas nama upah (ujrah) dari jasa yang telah dilakukan. Ketentuan ini berlandaskan hadits nabi yang secara tegas melarang hal tersebut.

Baca Juga : Shalat Yang Dianjurkan Berjamaah Salah Satunya Shalat Idul Fitri Dan Idul Adha

Memindah Daging Qurban

    Hukum memindah daging qurban ke daerah lain terdapat perbedaan pendapat di kalangan Syafi'iyyah sebagai berikut:

  1. Menurut ulama Tarjih al-Ramli dalam kitab  al-Nihayah  a.Ketika Qurban berupa wajib maka Tidak diperbolehkan Memindah keseluruhan daging qurban. b. ketika  Qurban berupa  sunah maka Tidak Diperbolehkan memindah sebagian daging yang wajib untuk disedekahkan kepada fakir miskin, yaitu sebagian daging yang memiliki nilai ekonomis/qimah secara umum.
  2. Dalam Tarjih al-Asnawi Muhimmat  jikalau  jenis qurban sunah. Atau Qurban wajib maka  Diperbolehkan,karena disamakan dengan permasalahan diperbolehkannya memindah Sedekah-sedekah yang dinazari.
Catatan :
  • Dua perbedaan di atas mengacu pada khilafiyyah ulama mengenai hukum memindah harta zakat ke daerah lain. Sementara dalam permasalahan ini, ulama berbeda tarjih di antara dua pendapat tersebut.
  • Menurut al-Ramli dan fatwa al-Syaikh Muhammad bin Sulaiman al-Kurdi. maksud dari memindah daging qurban adalah memindah dari tempat di mana binatang qurban disembelih, bukan memindah dari tempat kediaman mudlahhi. Dengan demikian, diperbolehkan untuk mentransfer sejumlah uang ke daerah lain untuk dibelikan hewan qurban, kemudian dilaksanakan penyembelihan di sana, dan hal tersebut bukan termasuk memindah daging qurban yang diperdebatkan ulama.
  • Disamakan dengan qurban dalam ketentuan di atas adalah hukum memindah daging akikah.

Qurban Dan Aqiqoh Dengan Ayan Jaqo Atau Angsa

    Al-Bajari mengutip dari gurunya -al-Syaikh al-Midani- bahwa bagi yang tidak memiliki cukup uang, sebaiknya berqurban dengan ayam jago atau angsa, dengan mengikuti pendapat Ibnu Abbas. Disamakan dengan qurban dalam hal ini adalah nilual akikah Jika kita kaji secara ilmiah, kutipan al-Bajuri tersebut tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dalam bermadzhab. Setidaknya taqlid terhadap pendapat Ibnu Abbas dalam permasalahan ini diperbolehkan berdasarkan:
  • Mengikuti pendapat yang memperbolehkan taqlid pada sahabat Nabi Saw.
  • Mengikuti pendapat yang memperbolehkan untuk mengambil pendapat yang ringan-ringan dalam beberapa permasalahan.


Sumber :
  • kamus fiqih ( kajian ilmiah FKI Ahla shuffah 103 ) Lirboyo Press 
  • www.santridalail.my.id


1 Response to "Qurban boleh dilaksanakan pada tanggal berikut beserta syarat dan pengertian qurban..."

  1. Kalau ada yang janggal atau salah dalam segi penulisan atau pemahaman harap untuk mengkritik dan memberi saran di kolom koment dibawah ini terimakasih.....

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel