Shalat Sunnah Yang Dianjurkan Berjamaah...

    Shalat Sunah adalah ibadah yang dianjurkan oleh agama untuk dikerjakan dan diperbolehkan untuk ditinggalkan. Shalat sunah adakalanya yang disunahkan berjama'ah dan ada yang tidak.

SHALAT SUNAH YANG DIANJURKAN BERJAMA'AH

  1. Shalat 'Idul fithri
  2. Shalat 'Idul adlha
  3. Shalat Istisqa'
  4. Shalat Gerhana Matahari
  5. Shalat Gerhana Bulan Bulan
  6. Shalat Tarawih beserta witirnya.
    Selain yang telah disebutkan tidak disunahkan dilakukan secara berjama'ah. Hanya saja kalaupun dilakukan berjama'ah, tidak sampai terkena hukum makruh. Bahkan jika disertai dengan tujuan seperti mendidik maka lebih baik.

1. Shalat Idul Fitri

    Shalat 'ied adalah shalat sunah yang dilakukan saat hari raya 'ied al-fithri dan 'ied al-alha. Hukum melaksanakannya adalah sunah muakkad (sangat dianjurkan) versi mayoritas ulama. Menurut sebagian pendapat hukumnya fardlu kifayah, bahkan menurut Imam Abu Hanifah adalah fardlu 'ain.
Waktu pelaksanaan shalat 'ied dimulai dari waktu di antara terbit hingga tergelincirnya matahari. Shalat 'ied lebih utama dilakukan setelah naiknya matahari kira-kira satu tombak.?

Tata cara shalat 'ied

    Dalam pelaksanaannya lebih utama dilakukan secara berjamaah kecuali bagi orang yang melaksanakan ibadah haji, yang lebih utama baginya adalah shalat sendirian. Shalat 'ied dilakukan sebanyak dua rakaat dengan niat melaksanakan shalat 'ied al-fitri atau 'ied al-adlha. Dan dalam pelaksanaannya ada beberapa hal yang disunahkan sebagai berikut:
  1. Membaca takbir dalam rakaat pertama sebanyak 7 kali, dibaca di antara do'a iftitah dan ta'awwudz.
  2. Membaca takbir dalam rakaat sebanyak 5 kali.
  3. Mengangkat kedua tangan saat takbir.
  4. Mengeraskan suara saat membaca takbir bagi imam, makmum maupun orang yang shalat sendirian.
  5. Membaca do'a di antara dua takbir سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر : 
  6. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di bawah dada di antara tiap takbir.
  7. Menyambung semua takbir dengan ta'awwudz.
  8. Membaca surat Qaf (rakaat pertama) dan al-Qamar (rakaat kedua) atau surat  al-aʻlâ (rakaat pertama) dan al-Ghâsyiyah (rakaat kedua). Ruud).

Takbir di hari raya

    Disunahkan di malam hari untuk mengumandangkan takbir di berbagai tempat, baik di masjid, mushalla, pasar maupun jalan raya. Dalam prespektif fikih, takbir terbagi menjadi dua:
  1. Takbir Mursal adalah takbir yang tidak dibatasi setelah melakukan shalat. Sehingga hukum mengumandangkannya adalah sunah dalam setiap waktu baik pada hari raya idul fitri maupun idul adha. Waktu takbir mursal dimulai sejak terbenamnya matahari pada malam hari raya sampai imam melafadzkan takbirah al-ihram untuk melaksanakan shalat 'id bagi orang yang shalat 'id dengan berjamaah. Sedangkan jika seseorang melaksanakan shalat 'idnya sendirian, maka batas akhir takbir mursal adalah sampai orang tersebut melafazkan takbirah al-ihram saat mendirikan shalat 'ied.
  2. Takbir muqayyad adalah takbir yang dikumandangkan setelah melakukan shalat baik shalat fardlu, shalat sunah, shalat adâ' maupun shalat qada' maupun shalat jenazah. Takbir muqayyad hanya dikumandangkan pada hari raya idul adlha. Mengenai waktu takbir muqayyad diperinci: Selain orang yang menjalankan ibadah haji Waktu takbir muqayyad dimulai sejak masuknya waktu shalat subuh dari hari Arafah (9 Dzu al-Hijjah) sampai melakukan shalat ashar pada hari tasyriq (13 Dzu al-hijjah) menurut Imam Ibnu Hajar dan setelah melakukan shalat subuh dari hari Arafah sampai terbenamnya matahari pada hari tasyrîg (13 Dzu al-hijjah) menurut Imam al- Ramli. Orang yang menjalankan ibadah haji Waktu takbir muqayyad dimulai sejak masuknya waktu shalat zhuhur dari hari nahr (10 Dzulhijjah) sampai waktu subuh akhir hari tasyrîq."
Catatan:
Berikut ini lafadz-lafadz takbir yang disunahkan:

الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الخد

    Sementara dalam kitab al-Umm, imam al-Syafi'i menganjurkan agar setiap kali selesai membaca lafadz takbir di atas sebanyak tiga kali, ditambah dengan bacaan berikut ini:

الله أكبر کبیرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا ، لا إله إلا الله ولا تعبد إلا إياه مخلصين له الأيت
ولورة الكافرون ، لا إله إلا الله وحده صدق وعده ونصر عبده وهزم الأحزاب وحده ، لا إله إلا الله والله أكير

    Mengumandangkan takbir hari raya pada selain tempat-tempat di atas, hukumnya khilaf al-sunah (menyalahi ajaran Rasul).

Hal-hal yang disunahkan sebelum shalat 'ied

  1. Mandi. Waktu pelaksanaannya dimulai sejak pertengahan malam hari raya.
  2. Memakai pakaian yang terbaik.
  3. Berangkat pagi-pagi bagi selain imam.
  4. Bergegas datang setelah masuknya waktu bagi imam shalat 'icd al-adlha. Sementara untuk shalat 'ied al-fithri, dianjurkan agak diakhirkan."
  5. Memakai wewangian.
  6. Bersiwak.
  7. Sarapan pagi sebelum berangkat melaksanakan shalat idul fithri, sementara dalam idul adlha dianjurkan untuk langsung berangkat menuju tempat shalat dan makan setelah selesai mendirikan shalat 'ied.

2. Shalat Istisqo'

    Menurut bahasa adalah meminta hujan secara mutlak baik kepada Allah swt. atau kepada yang lain. Menurut istilah syara' adalah permintaan hujan oleh seorang hamba kepada Allah swt. saat membutuhkannya. 

Tingkatan-Tingkatan Meminta Hujan

  1. Dengan berdoa secara mutlak, baik sendirian maupun berjamaah.
  2. Dengan berdoa setelah shalat baik shalat sunah maupun shalat wajib, setelah khutbah Jumát, khutbah 'Id, dan sebagainya.
  3. Dengan bertaubat, puasa dan shalat istisqa.

Hukum

    Sunah muakkad dengan berjamaah dan menjadi wajib jika diperintahkan olch imam

Syarat

    Ada kebutuhan sebab terputusnya curah hujan atau mata air dan lain sebagainya.

Waktu

    Setiap saat kecuali waktu makruh untuk melakukan shalat. Yakni di hari keempat setelah melaksanakan puasa selama tiga hari.

Tempat

    Tempat melaksanakan shalat istisqa' adalah tanah lapang.

Tata Cara

  1. Seorang imam atau penggantinya terlebih dahulu memerintahkan warganya untuk bertaubat, bersedekah, meninggalkan kelaliman, berbuat baik terhadap musuh dan berpuasa selama empat hari secara berkesinambungan.
  2. Kemudian keluar di hari ke empat bersama anak-anak, manula dan hewan ternak dalam keadaan berpuasa, tanpa berhias dan tanpa memakai wewangian namun dengan memakai baju yang lusuh, berjalan dengan tenang dan merasa rendah diri menuju tanah lapang.
  3. Kemudian shalat dua rakaat sebagaimana shalat hari raya, meliputi: doa iftitah, takbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama dan sebanyak lima kali pada rakaat kedua, membaca ta'awwudz dan scterusnya.
  4. Melaksanakan dua khutbah setelah shalat sebagaimana khutbah hari raya kecuali pada khutbah pertama bacaan takbir diganti dengan membaca istighfar sebanyak sembilan kali dan sebanyak tujuh kali pada khutbah kedua. Kemudian saat telah melebihi sepertiga dari khutbah kedua khatib menghadap kiblat dan memutar selendangnya, dengan perincian bagian atas dibalik ke bawah dan bagian bawah dibalik ke atas serta bagian kanan dipindah ke sebelah kiri dan bagian kiri ke sebelah kanan yang kemudian diikuti oleh para jamaaah.
  5. Khatib memperbanyak doa dan istighfar. Berikut ini doa shalat istisqa
 اللهم اسقنا غيثا مغيثا هنيئا مريئا مربعا غدقا مجللا سحا طبقا دائما. اللهم اسقنا الغيث ولا تجعلنا من القانطين

3.Shalat Khusuf Dan Kusuf

    Sholat khusuf dan kusuf disini lebih familiarnya dikenal dengan solat gerhana matahari dan rembuan adapun untukmengerjakannya boleh berjamaah atau sendirian dirumah. Akan tetapi yang lebih dianjurkan adaah berjamaah.Sebagaimana hadits Nabi SAW:

إن الشمس والقمر من آيات الله لا ينكسفان لموت أحد ولا لحياته، فإذا رأيتم ذلك فصلوا وادعوا حتى ينكشف ما
بكم

Waktu

    Masuknya waktu melakukan shalat khusúf dan kusůf dimulai sejak terjadi gerhana. Mengenai batas akhir shalat khusúf (gerhana bulan), habis ketika bulan kembali terang atau matahari terbit. Sementara waktu shalat kusůf (gerhana matahari) berakhir jika matahari kembali puli menampakan sinarnya atau matahari mulai tenggelam.

Mekanisme

    Shalat khusuſ dan kusuf dilakukan sebanyak dua rakaat dengan niat shalat khusuf atau kusůl. Untuk mekanisme dalam melakukannya ada dua cara:
Adna darajat al-shihhah (batas minimal keabsahan) Yaitu setiap rakaat dilakukan dengan 2 berdiri, 2 bacaan dan 2 ruku' tanpa memanjangkan bacaan dan ruku'. Shalat khusüf dan kusuf bisa juga dilakukan dengan 2 rakaat dengan 2 berdiri dan 2 ruku' seperti shalat jumat, akan tetapi hal ini tidak mendapatkan fadlilah (kcutamaan). Al-Kamilah (batas kesempurnaan) Setiap rakaat dilakukan dengan 2 berdiri dan 2 ruku' dengan memanjangkan bacaan dan ruku'.

4. Shalat Tarawih

Hukum Shalat

    Sunah muakkad dan disunahkan dengan berjamaah

Syarat-Syarat Shalat

  1. Niat shalat tarawih, shalat sunah tarawih atau shalat Ramadlan,
  2. Salam di setiap dua rakaat,
  3. Setelah melaksanakan shalat Isya'.

Waktu Shalat

  • Setelah melaksanakan shalat Isya' meskipun dengan jama' taqdim hingga terbit fajar 

Jumlah Rakaat

  • Bagi orang yang berada di Madinah: tiga puluh enam rakaat
  • Bagi orang yang berada di selain Madinah: dua puluh rakaat.


Sumber :
  • kamus fiqih ( kajian ilmiah FKI Ahla shuffah 103 ) Lirboyo Press 
  • www.santridalail.my.id

0 Response to "Shalat Sunnah Yang Dianjurkan Berjamaah..."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel