Thaharah Menurut Bahasa Dan Istilah Serta Perhitungan Air Dua Kulah...

Thaharah menurut bahasa dan istilah serta perhitungan air dua kulah

    Thoharoh adalah hal yang terpenting bagi umat manusia . Oleh karena itu, kebersihan menjadi sebuah hal yang menentukan keabsahan suatu ibadah. Al-Qur'an berulang kali menyebutkan ayat tentang kebersihan dan kesucian seperti firman Allah SWT. "Hai orang yang berselimut, bangunlah ! lalu berilah peringatan ! dan Tuhanmu agungkanlah! dan pakaianmu bersihkanlah!" (QS Al-Muddatssir 1-4)
    Rosulallah juga menginformasikan bahwa agama Islam identik dengan kebersihan dalam ajarannya, baik secara lahir maupun batin. Sebagaimana Rosulallah menempatkan bersuci sebagai bagian dari Iman. "Kebersihan adalah sebagian (cabang) dari Iman".

Pengertian Thaharah dan dalilnya

    Bersuci (Thoharoh) menurut bahasa berarti  bersuci ( kebersihan ) . Sedangkan menurut Istilah mempunyai berbagai macam pengertian antara lain. Suatu pekerjaan yang menentukan keabsahan sholat, meliputi : wudlu, tayamum dan menghilangkan najis.

    Adapun alat bersuci antara lain: air, debu, dan dabigh (alat untuk menyamak).Dalam syari'at Islam air menempati posisi pertama dalam ritual bersuci, karena air memiliki karakteristik yang tidak dimiliki benda lain diantaranya:
  1. Dapat mengumpulkan segala macam sifat lembut dan lunak.
  2. Tidak berwarna (bening), apabila berwarna tidak berasal dari zat air itu sendiri,
  3. Tidak memberi dampak buruk terhadap benda yang disentuh.
  4. Dari sisi penggunaannya, air tidak dapat memunculkan penilaian sombong, serta tidak dapat menyinggung perasaan orang yang tidak mampu menggunakannya.
    Sementara ditinjau dari segi medis air dapat digunakan sebagai Hidrotherapi, karena tetesan air yang jatuh ke badan dapat melancarkan sirkulasi darah, menghilangkan pusing dan kegelisahan jiwa. Hal ini sekaligus sebagai pembenaran ilmiah bagi hadist nabi yang memerintahkan berwudlu ketika sedang marah. Sabda nabi :

"Sesungguhnya marah itu dari syetan. Dan sesungguhnya ia tercipta dari api dan api hanya bisa dipadamkan dengan air, maka jika kalian marah berwudlulah”. (H.RAbu Dawud No.4.786)

    Yang lebih menakjubkan lagi menurut hasil penelitian Dr. Mashimo Imoto dari Jepang ternyata air yang diberi respon positif seperti do'a akan menghasilkan kristal heksagontal yang indah serta energi yang disebut "HADO" yang berfungsi untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Sehingga, mengkonsumsi air dan makanan yang mengandung air dengan diiringi do'a dapat menjaga kesehatan jasmani dan rohani. tersebut menyingkap rahasia Al-Qur'an bahwa air adalah “hidup" serta mendobrak anggapan bahwa meminum air yang bermuatan do'a adalah amalan musyrik. Sekaligus membuka paradigma baru tentang interaksi dan materi.Air yang digunakan untuk bersuci ada 7 macam:
  1. Air hujan
  2. Air sumber (mata air)
  3. Air laut
  4. Air salju
  5. Air sungai
  6. Air embun
  7. Air sumur

Pembagian Air

    Selanjutnya fuqoha' membagi ketujuh air tersebut menjadi 4 bagian

1. Air suci mensucikan/air mutlak

    Yakni air suci yang dapat mensucikan kepada lainnya dan tidak makruh
digunakan, serta sepi dari Qoyyid (ikatan) yang tetap.

2. Air suci mensucikan yang makruh digunakan

    Yakni air suci yang dipanaskan dengan terik matahari atau biasa disebut air
musyammas. Air tersebut dimakruhkan dengan ketentuan :
  • Digunakan pada badan.
  • Dipanaskan pada daerah yang beriklim subtropis (bukan seperti Indonesia).
  • Ditempatkan dalam wadah yang dicetak selain dari emas dan perak. Selain itu air yang sangat panas dan dingin juga dimakruhkan.

3. Air suci yang tidak dapat mensucikan.

    Air bagian ini terbagi menjadi dua (2):
  • Air Musta'mal (Air yang sudah digunakan untuk menghilangkan hadats dan najis ketika tidak berubah)
  • Air Mutaghoyyir (Air yang sudah berubah salah satu sifatnya sebab tercampur benda suci)

4. Air suci yang terkena najis.

    Aír najis terbagi menjadi dua (2):
  • Air yang sedikit (kurang dari dua kolah) yang terkena najis baik air tersebut berubah atau tidak.
  • Air yang banyak (mencapai dua kolah atau lebih) yang berubah sebab kemasukan najis, baik berubahnya sedikit atau banyak)

Pengertian Air dua kullah

    Air dua kulah adalah air tersebut  jika kejatuhan najis maka tidak najis dan bila kejatuhan air mus ta'mal  tidak menjadi musta'mal. dan air tersebut juga bisa digunakan bersuci wudlu maupun  mandi besar .
Air dua kulah berapa liter dan berapa ukuran nya ?
  • Menurut Imam Nawawi air dua kulah dikatakan suci apabila sudah mencapai 174,580 liter  dan ukurannya  55,9 cm
  • Menurut Imam Rofi'i air dua kulah dikatakan suci apabila sudah mencapai 176,245 liter = 56,1 cm
  • Menurut imam As Syafi'i Air dua kolah  dikatakan suci apabila sudah mencapai  216 Liter. adapun untuk ukurannya  bisa di simak dibawah ini. menurut imam As Syafi'i dibedakan menjadi  tiga macam bentuk tempat air .
1. Kubus / Persegi
Rumus:
= Sisi X Sisi X Sisi
= 60 X 60 X60
= 216.000 Cm
= 216 Liter

II. Pesegi Panjang
Rumus:
= Panjang X Lebar X Tinggi
= 100 X 36 X 60
= 216.000 Cm3
= 216 Liter

III. Tabung
Rumus :
=3.14 x  (Jari-Jari) X Tinggi
= 2x24x24 X 120
= 217.234 Cm
= 217,234 dm/Liter
= 217 dm3/Liter

Catatan :
  1. Air dua kolah  dikatakan suci apabila 216 Liter.
  2. Tiga contoh tersebut bisa mencapai dua kolah ketika terisi penuh. Maka, untuk ikhtiyat (berhati hati), dalam membuat kolah dilebihi,yang sekiranya apabila air kolah tersebut tidak penuh, airnya telah mencapai dua kolah,
    Thoharoh juga bisa dikatan wujud ikhtiyar kita untuk hidup sehat . sehingga kita akan terhindar dari berbagai macan penyakit dan insyaallah malaikat akan mendekati dan mendoakan kita . selama kita selalu menjaga kebersihan . dikarnakan malaikat itu menyukai hal hal yang bersih dan wangi .....
khoirihi wasyarrihi minallah...
semoga bermanfaat..


Sumber : www.santridalail.my.id

0 Response to "Thaharah Menurut Bahasa Dan Istilah Serta Perhitungan Air Dua Kulah... "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel