zakat profesi dalam islam, cara menghitung dan ketentuan zakat profesi...


    zakat profesi dalam islam. kita semua ketahui banyak sekali macam macam zakat mal salah satunya adalah zakat profesi. Zakat ini harus kita keluarkan jikalau peghasilan dari profesi kita sudah memenuhi syarat dan ketentuan zakat priofesi tersbut. An profesi tersebut seperti hal nya profesi sebagai  dokter ,guru, dosen, konsultan ,direktur, pegawai, pengusaha dan  masih banyak lagi diluar sana , yang mungkin tidak bisa saya sebutkan semua.

Latar belakang dan hukum zakat profesi


    Zakat profesi di sini pun masih mengalami perdebatan antara  pro dan kontra di kalangan para ulama’ , perbedaan pendapat antara satu dengan yang lainnya ini, didasari dari sumber pendapatan mereka yang kurang familiar di zaman nabi Muhammad SAW. Seperti halnya profesi dosen ,konsultan, guru, pegawai dan lain sebagainya yang mana pekerjaan tersebut jugapada waktu zaman Nabi bukan termasuk pekerjaan yang kurang menghasilkan.
    Berbeda dengan zakat perdagangan, zakat pertanian dan pekebunan serta zakat emas dan perak’ istiah perkerjaan atau harta tersebut sudah ada dizaman nabi muhammad , kita ketahui semua nabi pernah menjadi petani pengembala domba / kambing  dan pedagan  dan  kempat zakat ini sudah diterangkan oleh kanjeng nabi secara detai dalam sabda nya l kepada  para sahabat  beliau . Akan tetapi untuk  zakat profesi kita tidak bisa mengelak terhindar bebas  begitu saja dikarnakan kita tahu tujuan dari zakat adalah untuk mensucikan harta benda dan penghasilan dari profesi kita, sekaligus menyampaikan amanat dari Allah Swt yang berupa uangg atau barang kepada mustahiq atau orang orang  yang berhak menerima zakat terkhusussaudara kita yang faqir miskin. Referensi dalam hal ini kita ambila dari Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 267.yang pada intinya seperti diatas.

Nisab zakat profesi dan cara menghitungnya.


Berapa nisab zakat profesi menurut islam 
    Nisab zakat dari penghasilan kita disini adakalanya kita qiyaskan atau samakan dengan zakat tanaman yakni 5 Wasaq atau 652,8 kg gabah atau sebanding dengan 520 kg beras . berarti ketika harga beras semisal  Rp. 5000 /kg maka  tinggal  kita kalikan aja dengan 520 kg menjadi Rp. 2.600.000 . jadi ketika seseorang penghsilannya  sudah mencapai Rp. 2.600.000 maka dia sudah berkewajiban untuk zakat profesi.

    Dan adakalanya zakat perkejaan kita ini kita qiyaskan dengan zakat emas dan perak . teori ini lebih diunggulkan dikarnakan kita semua tahu wujud penghasilan dari profesi kita adalah uang. Kalau nisab zakat emas adalah  20 dinar atau 85 gram tinggal kita hitung aja semisal harga pergram dari emas adalah  Rp. 700.000 maka kita kalikan dengan 85 gram menjadi Rp. 59.500.000. jadi jikalau seseorang penghasilannya sudah mencapai Rp. 59.500.000 maka dia sudah berkewajiban membayar zakat profesi . Dan yang harus dibayarkan adalah 2,5 % .maka 2,5% dari Rp. 59.500.000 adalah Rp. 

waktu pembayaran zakat  profesi


    Untuk masalah waktu pembayaran ada banyak versi disini menurut imam  As Syafi’i dan imam Ahmad mensyaratkan harus memenuhi syarat yakni Haul ( sudah setahun) terhitung dari kekayaan yang dia dapatkan dari profesinya. Tetepai ada juga yang berpendapat tidak harus satu tahun atau halnya setiap bulan kita bisa membayar nya setelah harta atau penghasilanpkita sudah dipotong untuk biaya operasionalodari perkejaan kita adapun persenannaya tetap. Yakni 2,5 persen . Hal ini juga banyak dilakukan oleh kebanyakan orang dikarenakan lebih ringan untuk membayarnya.

    Demikian sedkit artikel mengenai zakat profesi , sudah seharusnya kita mengeluarkan sebagian harta kita untuk saudara kita yang membutuhkan sekaligus sebagai ras syukur kita kepada ilahirobbi atas semua limpahan rezeki yang diberinya ....
Terima kasih. 



Sumber : www.santridalail.my.id

0 Response to "zakat profesi dalam islam, cara menghitung dan ketentuan zakat profesi..."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel