Arti Puasa Menurut Islam Secara Lengkap...

Arti Puasa Menurut Islam Secar :engkap


Puasa.Islam bukanlah sekedar agama yang menuntut pengikutnya untuk terus menerus bersujud kepada Sang Pencipta, akan tetapi islam juga membimbing para pengikutnya untuk saling berbagi dan saling merasakan penderitaan orang lain. Hal ini terealisasikan dengan disyariatkannya ibadah puasa. Puasa mengajarkan kita untuk belajar sabar menahan nafsu, dan merasakan penderitaan orang-orang dibawah kita untuk lebih dapat mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah kepada kita. Puasa menurut bahasa adalah menahan, sedangkan menurut syara' adalah menahan dari perkara yang dapat membatalkan puasa dengan disertai niat tertentu dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.

Syarat Puasa

  1. Islam
  2. Tamyiz
  3. Suci dari haidl dan nifas
  4. Dilakukan diwaktu yang diperblehkan untuk berpuasa

Syarat wajib puasa

  1. Islam
  2. Baligh
  3. Mempunyai akal
  4. Mampu untuk berpuasa

Rukun Puasa

  1. Niat
  2. Untuk masalah niat itu ada sdikit perbedaan antara puasa fardlu (wajib) dengan puasa sunnah, yakni:
  3. Apabila puasa fardlu wajib untuk berniat pada malam hari dar menentukan niat (seperti puasa Ramadlan)
  4. Apabila puasa sunnah niat boleh dilakukan sampai sebelum bergesernya matahari
  5. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa

Hal - Hal Ynag Membatalkan Puasa

Hal-hal yang membatalkan pahala namun puasanya masih tetap dihukumi sah:
  1. Menggunjing orang lain. Yakni menyebutkan sifat-sifat orang lain dengan sifat yang tidak disukainya meskipun benar adanya,
  2. Mengadu domba dengan maksud menebar fitnah,
  3. Berkata dusta. Yakni memberi kabar tidak sesuai dengan kenyataan,
  4. Memandang sesuatu yang diharamkan,
  5. Memandang sesuatu yang diperbolehkan dengan pandangan syahwat,
  6. Sumpah palsu,
  7. Mengucapkan perkataan buruk,
  8. Melakukan perbuatan buruk,

Hal-hal yang membatalkan pahala dan tidak mengesahkan puasa
1. Masuknya suatu benda melalui celah yang terbuka ke dalam perut

Hal-hal disunnahkan ketika berpuasa antara lain:

  1. Menyegerakan berbuka
  2. Mengakhirkan sahur
  3. Berbuka dan sahur menggunakan sesuatu yang manis
  4. Meninggalkan perkataan kotor
  5. Kesunnahan berbuka puasa menggunakan perkara manis.
Memanglah bukan suatu hal yang tabu bagi kita, akan tetapi masih banyak orang yang tidak tahu begitu besar manfaat yang akan diperoleh saat kita berbuka dengan perkara yang manis. Dr. Achmad Chadzim ( pakar kesehatan ) mengungkapkan bahwa berbuka menggunakan perkara yang manis, seperti contoh kurma, dapat menetralisisasi lambung serta membantu proses detokfikasi setelah sehari penuh berpuasa, Achmad menambahkan perkara yang manis memang bagus untuk mengawali berbuka, akan tetapi ia menyarankan agar tidak terlalu banyak mengkonsumsi sirup, karena bila manisnya berlebihan dan dikonsumsi secara terus menertus, sirup dapat merusak metabolisme tubuh.

Macam - Macam Hukum Puasa

  1. Puasa yang diwajibkan :
  2. Puasa Ramadhan
  3. Puasa Nadzar

Puasa yang disunnahkan :

  1. Puasa pada hari Senin dan Kamis
  2. Puasa pada hari Arofah (9 Dzulhijjah)
  3. Puasa pada hari Asyuro (10 Muharrom)
  4. Puasa pada hari Tasu'ah (9 Muharrom)
  5. Puasa pada hari Bidl (13, 14, 15 setiap bulan Hijriyyah)
  6. Puasa pada hari syawwal (28,29,30 setiap bulan Hijriyyah)
  7. Puasa pada enam hari pada bulan Syawal.

Puasa yang dimakruhkan

  1. Puasa pada hari Syak, yakni tanggal 30 bulan Sya'ban yang dimana haritersebut masih dibimbangi apakan sudah masuk bulan Ramadhan atau belum. Puasa pada hari Syak dimakruhkan kecuali bagi orang yang sudah membiasakan puasa, dan juga bagi orang yang hendak mengqodloi, dan menetapi nadzar puasa pada hari tersebut.
  2. Hanya berpuasa pada hari Jum'at/Sabtu/Ahad.

Puasa yang diharamkan

  1. Puasa pada hari raya 'Idul Fitri dan 'Idhul Adha.
  2. Puasa pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah)
Orang yang membatalkan puasa dengan jima' secara disengaja, maka wajib untuk mengqodloi puasanya, dita'zir serta membayar kifarot. Adapun kifarotnya adalah :
  1. Memerdekakan budak muslim yang selamat dari cacat.
  2. Puasa dua bulan secara berturut-turut
  3. Memberi makanan kepada 60 orang miskin, yang setiap orang miskin mendapatkan satu mud (6,5 ons).

Kifarot tersebut berlaku bagi Wathi  (orang yang menjima) dan secara berurutan, dalam artian apabila kifarot no.1 Si Penjima' (big) masih sanggup, maka tidak boleh emnggunakan kifarot yang no.2 atau no 3.
Adapun bagi orang yang dijima') ia tidak wajib membayar kifarot, akan tetapi ia hanya wajib mengqodloi puasanya dan dita'zir. Orang yang membatalkan puasa dengan selain jima', maka ia wajib mengqodloi puasanya Orang yang meninggal dan masih mempunyai tanggungan qodlo puasa, itu ada perinciannya
  1. Apabila disebabkan udzur/halangan, seperti : orang yang sakit berkepanjangan hingga ia tidak sanggup mengqodloi puasanya sampai ajal menjemput, maka bagi ahli waris tidak perlu membayar fidyah dan tidak perlu mengqodloi.
  2. Apabila tidak disebabkan udzur, maka bagi ahli waris boleh memilih antara membayar fidyah, yakni dengan mengeluarkan satu mud makanan sebagai pengganti tiap-tiap puasa yang ditinggalkan mayit.

Rukhsoh / Kemurahan Puasa

Islam memang agama yang begitu toleran dan fleksibel. Buktinya dalam setiap ajaran yang disyari'atkan dalam Islam pasti ada sebuah pengecualiannya, yang dalam koridor ilmu fiqh dikenal dengan istilah Rukhsoh (kemurahan). Begitu juga dalam ritual puasa, ada beberapa orang yang diberi kerukhsohan untuk boleh tidak berpuasa, lebih detailnya sebagai berikut:
  1. Orang tua yang pikun dan orang sakit yang tidak bisa diharapkan akan Kesembuhannya. Apabila ia tidak mampu untuk berpuasa, maka diperbolehkan untuk berbuka dan mengeluarkan satu mud sebagai pengganti tiap-tiap puasa yang ia tinggalkan. Dalam masalah pengeluaran satu mud tersebut tidak boleh dilakukan sebelum bulan Ramadhan, akan tetapi dikeluarkan setelah terbitnya fajarpada tiap-tiap hari.
  2.  Wanita yang hamil dan wanita yang menyusui mempunyai dua perincian:
  3. Apabila ia khawatir ketika melakukan puasa akan menimbulkan dloror (bahaya) pada dirinya, seperti sakit, maka ia boleh berbuka dan hanya wajib untuk mengqodlo puasa yang ia tinggalkan. Apabila ia khawatir akan timbul bahaya pada dirinya dan anaknya, seperti takut keguguran (bagi wanita hamil), dan takut berkurangnya air asi ( bagi wanita menyusui), maka ia boleh berbuka dan wajib mengqodlo puasanya yang ditinggalkan serta wajib membayar fidyah, yakni 1 mud makanan sebagai ganti 1 hari puasa yang ia tinggalkan.
  4. Orang bepergian jauh yang diperbolehkan menerut syar'i dan orang sakit diperbolehkan berbuka dan hanya wajib mengqodlo puasa yang ditinggalkan saja

Hikmah puasa

Ajaran rosulullah Saw ini memang banyak sekali manfaatnya .tak jarang orang non muslim pun juga ikut ikutan melakukan puasa. akan tetapi mereka melakukannya dengan cara mereka sendiri.  berikut segudang hikmah dibalik ibadah yang wajib kita lakukan setiap bulan Ramadhan ini.
  1. Metode kita untuk tetap istiqamah dijalan Allah SWT.
  2. Dapat menambah ketaqwaan kita terhadap Allah SWT.
  3. Terhindar dari maksiat , maksutnya puasa bisa menjadi penangkal bagi diri kita sendiri sehingga kita dapat terhindar dari yang namanya maksiat. Baik maksiat mata maupun lainnya..
  4. Emosi terkendalikan
  5. Bertambah syukur
  6. Terhindar dari sifat sombong, dikarenakan puasa itu ibadah yang dimiliki Allah..kita tidak bisa memamerkan puasa dikarenakan yang mengetahui kita puasa atau tidak hanya kita sendiri dan Allah SWT.
  7. Menjadikan badan ideal, Bagi kalian yang ingin diet bisa menggunakan metode puasa
  8. Sehatnya pencernaan kita , karena kita dapat mengatur pola makan kita selama puasa. Dibandingkan hari hari biasa.



Sumber : www.Santridalail.my.id

0 Response to "Arti Puasa Menurut Islam Secara Lengkap..."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel