Hukum Riba menurut Islam lengkap dengan macamnya...

Hukum Riba menurut Islam lengkap  dengan macamnya..


Definisi

Riba menurut bahasa ialah bertambah, sedangkan menurut istilah syara' adalah penukaran barang ribawi dengan barang ribawi lainnyayang tidak diketahui kapasitas kesamaannya dalam timbangan syara' (mi'yar syar'i), atau penukaran barang ribawi dengan barang ribawi lainnya yang serah terimanya di akhirkan baik dilakukan oleh kedua belah pihak atau salah satunya.

Hukum Menjalankan Praktek Riba

Seperti halnya rujukan dalil yang dipaparkan di atas, hukum melakukan praktek riba adalah haram secara mutlaq dan keharaman riba tersebut bersifat dogmatif (ta'abbudi) di dalam sebuah hadits juga disebutkan bahwa Allah akan melaknat orang-orang yang menjalankan praktek riba. Menjalankan praktek riba termasuk sebagian dari dosa besar seperti halnya melakukan zina, membunuh, syirik, dll. Maka dari itu Allah SWT tidak mengizinkan terhadap orang yang memakan, mewakilkan, menyaksikan atau menulis dalam riba.

Barang-barang Ribawi

Barang-barang ribawi yang telah ditetapkan dalil nash ada 3 macam :
  1. Emas (Dzahab)
  2. Perak (Fidloh)
  3. Bahan-bahan makanan (Math'umat)
Emas dan perak adalah barang ribawi baik barang tersebut dicetak seperti dinar atau dirham ataupun barang-barang tersebut berupa logam batangan. Yang dimaksud bahan makanan adalah jenis-jenis barang yang pada umumnya dijadikan makanan pokok walaupun berupa air, cemilan, dan obat-obatan seperti jahe, gingseng, dll.

Macam-macam Transaksi Ribawi

Dilihat dari definisi di atas, transaksi barang ribawi dibagi menjadi 4 macam :

1.Riba Fadli

Sebuah transaksi ribawi dalam satu jenis seperti emas dengan emas, perak dengan perak yang tidak sama di dalam timbangannya. Contoh : tukar menukar emas 1 gram dengan 2 gram.

2. Riba Yadd

Transaksi barang ribawi baik dalam satu jenis ataupun berbedajenis, yang terdapat penundaan dalam serah terima barang baikdari kedua belah pihak atau salah satunya. Contoh : tukar menukar emas dengan perak yang serah terimanya tidak secara langsung.

3. Riba Nasa'

Transaksi barang ribawi dalam satu jenis atau beda jenis dengan adanya kesepakatan penerimaan barang tidak dilakukan secara langsung (tempo).
Contoh : tukar menukar beras dengan jagung yang sepakat penerimaannya 3 hari lagi.

4. Riba Qordli

Semua bentuk akad hutang piutang yang terdapat motif menarik kemanfaatan atau keuntungan bagi pihak yang memberikan hutang. Riba jenis ini diharamkan jika persyaratan adanya keuntungan terjadi pada saat akad. Contoh : hutang rokok dengan persyaratan pengembalian ditambah dengan korek pada waktu akad.

Baca Juga : Penjelasan Lengkap Hukum Jual Beli Menurut Madzhab Imam Syafi'i

Syarat Sah Transaksi Barang Ribawi

Untuk menghindari barang-barang ribawi supaya terlepas dari praktek riba yang diharamkan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebagaimana berikut :

1. Jika barang satu jenis, seperti emas dengan emas, perak dengan perak, maka harus memenuhi 3 syarat :
  • Tamatsul: sama di dalam timbangannya (mi'yar syar'i)
  • Taqobbudl/Yaddan bi Yaddin: diserah terimakan secara kontan dalam majlis akad
  • Hallan : serah terima dilakukan secara langsung (cash)

2. Jika barangnya berbeda jenis, seperti emas dengan perak, jagung dengan beras, dll, maka transaksi bisa sah dengan dua syarat.
  • Taqobbudl: diserah terimakan pada majlis akad
  • Hallan: diserah terimakan secara langsung (cash)

3. Apabila baranganya berbeda illat (nuqud dengan math'umat) seperti emas dengan beras, perak dengan kurma, dll, maka praktek tersebut, bukan termasuk riba meskipun tanpa adanyasyarat-syarat di atas. Artinya transaksi tetap sah meskipun tidak sama timbangannya, tidak secara cash, dan diserah terimakantidak pada majlis akad.

Rekayasa Praktek Riba

Hukum riba memang haram secara mutlak, yang tidak dapat ditawar lagi. Akan tetapi ada beberapa solusi mensiasati praktek ini sehingga kita dapat terhindar dari praktek riba. Seperti halnya pihak A ingin menukar perak 2 gram dengan emas 1 gram milik pihak B, adapun

Caranya :
  • Pihak A membeli emas dari pihak B seharga 1 juta.
  • Setelah si B menerima uang penjualan dari si A tersebut lalu oleh si B uang tersebut digunakan untuk membeli perak milik si A.
Catatan :
Mi'yar syar'i adalah sebuah takaran yang sudah ditetapkan oleh syariat berdasarkan jenisnya.
  • Takaran (Kail : liter) untuk jenis barang yang standar ukurannya ditakar guna mengetahui isi/volumenya.
  • Timbangan (Wazan : gram) untuk jenis barang yang standar ukurannya ditimbang guna mengetahui beratnya.
  • Bilangan (Adad : jumlah biji) untuk jenis barang yang standar ukurannya dihitung guna mengetahui jumlahnya.
  • Panjang (Dzar'u : meter) jenis barang yang standar ukurannya dihitung menggunakan meter untuk mengetahui panjangnya.


0 Response to "Hukum Riba menurut Islam lengkap dengan macamnya..."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel