AKAD BAGI HASIL (PROFIT SHARING)


Akad Bagi Hasil ( Profit Sharing ). Metode ini sudah Banyak dilakukan sejak zaman dahulu yakni pada zaman Nabi kita Nabi muhammad SAW. Dan di zaman sekarang pun banyak dikalangan masyarakat kita yang menggunakan cara ini , khususnya bagi para pebisnis atau pekerja . Banyak faktor yang mendorong diantara dua pelaku ini  diantara lain masalah modal , tenaga , waktu, tempat dan lain lain. Dan dengan cara akad bagi hasil inilah kedua belah pihak Bisa saling diuntungkan, bagi si pebisnis bisa lebih efisien dalam segi waktu dan tenaga bagi si pekerja bisa mendapat modal dan pekerjaan yang menjanjikan bagi kehidupan keluarganya.Akan tetapi semua ini harus tetap memenuhi ketentuan dari syariat agama islam yang kita anut selam ini, apakah itu inilah penjelasan lengkap perihal akad bagi hasil menurut pandangan islam.



 AKAD BAGI HASIL (PROFIT SHARING)

Definisi Qirodl ( Akad Bagi Hasil )

Qirodl menurut bahasa adalah potongan. Sedangkan menurut syara' qirodl adalah suatu akad kerjasama antara pihak pemilik modal dan pihak pengelola, atas harta dagangan dengan sistem keuntungan dibagi dua sesuai kesepakatan.

Rujukan Dalil

Dalil yang mendasari diperbolehkannya akad qirodl adalah firman Allah SWT:

ليس عليه مما ان تقوض من ريم

Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rizgi hosil perniagaan) dari Tuhanmu" (Q.S. Al-Baqoroh:198)

Rukun dan Syarat Qirodl

1. Malik

Orang yang memiliki modal, malik disyaratkan:

  • Mutlak tasarufnya
  • Hidup di masa akad qirodl

2. Amil (pekerja)

Orang yang berperan mentasarufkan harta malik, amil disyaratkan:
  • Mutlak tasarufnya
  • Dapat dipercaya
  • Mampu dalam menjalankan tugasnya

3 Mal ( harta )

Suatu harta dalam akad qirodl yang nantinya akan ditasarufkan oleh amil. Harta akad qirodi disyaratkan: 

  • Berupa mata uang dinar/dirham murni, jika ditetapkan di negara Indonesia adalah rupiah sudah mencukupi. 
  • Diketahui kadar, jenis, dan sifatnya.
  • Mal merupakan kuasa penuh milik amil.

4. Amal (pekerjaan)

Wujud pekerjaan dalam akad qirodl. Amal disyaratkan: 

  • Merupakan bentuk transaksi perdagangan
  • Tidak dibatasi ruang lingkupnya, dan tidak dibatasi pada pihak tertentu.

5. Ribhun (laba)

Keuntungan (laba) dalam akad qirodl. Ribhun disyaratkan: 

  • Dibagi menjadi dua sesuai dengan kesepakatan pada saat akad. 
  • Prosentasenya diketahui secara jelas, seperti 60% untuk malik dan 40% untuk amil.

6. Shighot

Bahasa interaksi yang menunjukkan ijab dan qobul, adapun syarat sighot sama dengan shighot di dalam bab bai'.

Baca Juga : Hukumnya Riba Dari kacamata Islam 

Konsekuensi Akad Qirodl

Pada dasarnya akad qirodl bersifat jaiz dari kedua belah pihak, sehingga masing-masing dari malik dan amil berhak untuk membatalkan akad qirodi. Akad girodi dinyatakan batal dengan hal-hal sebagai berikut: 

  • Matinya salah satu dari malik dan amil. 
  • Kedua belah pihak gila/atau terkena penyakit epilepsy. 
  • Salah satu dari malik dan amil sengaja membatalkannya.

Ilustrasi

Menjelang ajaran tahun baru 2020 azis seorang pengusaha sukses mengajak akad qirodl dengan temannya Budi. Azis memberikan modal 5 juta kepada Budi untuk dibelanjakan alat tulis. Azis menawarkan nantinya jumlah laba dibagi dua, untuk azis 60% dan 40% untuk Budi selaku pihak pengelola. Setelah ada kesepakatan merelapun sepakatuntuk melakukan kerjasama. 


Baca Juga : Jual Beli menurut pandangan islam 

Sumber : www.santridalail.my.id

0 Response to " AKAD BAGI HASIL (PROFIT SHARING)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel