Khiyar Dalam Jual Beli dan macam macamnya

Khiyar Dalam Jual Beli dan macam macamnya

Definisi

Khiyar menurut bahasa adalah memilih, sedangkan khiyar menurut syara' adalah hak yang dimiliki seseorang untuk meneruskan atau mengurungkan akad jual beli.
Diperbolehkannya khiyar ini karena memberikan kemurahan bagi penjual dan pembeli jika setelah akad ba'i telah final ternyata terdapat cacat pada barang ataupun mengurungkan niat, sehingga pada akhirnya kedua belah pihak bisa merasakan nyaman dan rela.


Rujukan Dalil

Dasar hukum yang mendasari kebolehan khiyar sebagaimana hadits Nabi yang termaktub di bawah ini.

 ( العان بالخيار مالم يتفرقا أو يقول أحدهما الآخر إختر  ( رواه بخار مسلم)

"Penjual dan pembeli memiliki pilihan sebelum keduanya berpisah atau salah satunya mengatakan pada yang lain pilihlah " (HR.HR.Bukhori-Mus)

Macam-macam Khiyar

Khiyar jika ditinjau dari hukum syara' diklasifikasikan menjadi 2 macam (secara ijmal) dan ketika dijabarkan (tafsil) menjadi 3
macam:

1. Khiyar Ru'yah atau Tasyahud

Khiyar yang diputuskan murni atas dasar inisiatif dari pelaku
transaksi bukan atas dasar pertimbangan kriteria barang yang tidak
sesuai harapan pelaku transaksi.
Khiyar ru'yah dibagi menjadi dua, yakni:

a. Khiyar Majlis

Hak seseorang untuk menentukan yang terbaik antara meneruskan atau mengurungkan transaksi ketika kedua belah pihak masih berada di majlis akad. Adapun syarat-syarat diperbolehkannya khiyar majlis yaitu :

  1. Penjual dan pembeli masih berada dalam majlis akad, belum sampai berpisah menurut urfi masing-masing daerah, karena tidak ada batasan-batasan secara syar'i maupun lughowi.
  2. Kesepakatan penjual dan pembeli untuk meneruskan atau mengurungkan akad apabila terjadi perbedaan, seperti satu pihak memilih menggugurkan dan yang satu tidak, maka yang dimenangkan adalah pihak yang menggugurkan dan khiyar majlis menjadi gugur.

Catatan : menurut Qoul Ashoh jika seseorang dari salah satu penjual dan pembeli mati, maka khiyar dapat berpindah pada ahli warisnya.

Baca Juga : Jual Beli Menurut Pandangan Islam

b. Khiyar Syarat

Hak bagi penjual dan pembeli untuk menentukan pilihan terbaik antara meneruskan atau mengurungkan akad atas kesepakatan antara kedua belah pihak dengan waktu yang telah ditentukan.

Waktu dimulainya khiyar syarat terhitung saat persyaratan khiyar disepakati pada saat akad bukan di saat pisahnya kedua belah pihak dari majlis. Adapun batasan batasan waktu khiyar

syarat minimal adalah masa sebentar seperti satu jam dan untuk batas maksimalnya adalah 3 hari 3 malam yang terhitung mulai akad.

Syarat-syarat di dalam khiyar syarat :


  1. Menyebutkan jangka waktu yang telah disepakati semisal 9 jam, 1 hari, 3 hari, dll.
  2. Waktu tersebut dimulai setelah adanya kesepakatan.
  3. Jangka waktunya harus beruntun, tidak terpisah misal 3 hari : senin, selasa, rabu, tidak boleh senin, rabu, jum'at.
  4. Persyaratan yang ada harus diketahui oleh kedua belah pihak
  5. Batasan waktu maksimal hanya 3 hari. 
  6. Barang yang diakadi tidak rusak dalam waktu 3 hari.


Masa akhir khiyar syarat


  1. Habisnya batas waktu khiyar yang telah disepakati kedua belah pihak
  2. Memutuskan untuk melangsungkan atau mengurungkan akad.
  3. Mentasarufkan mabi' di dalam masa khiyar seperti dijualditasarufkan, dll.


Hak kepemilikan dalam masa khiyar


  1. Apabila penjual dan pembeli sama-sama memilih hak khiyar, maka kepemilikan mabi' ditetapkan sehingga masing-masing pihak memilih meneruskan mengurungkan.
  2. Apabila hak khiyar hanya dimiliki salah satu pihak, maka hukumnya tafsil.

  • Jika yang memilih khiyar adalah penjual, maka tidak terjadi perpindahan artinya mabi' dan tsaman tetap menjadi hak penjual.
  • Jika yang memilih khiyar adalah pembeli, maka bisa terjadi perpindahan mabi' menjadi milik pembeli dan tsaman menjadi milik penjual.

kesimpulan dari poin di atas ialah, ketika hak khiyar dimiliki salah satu pihak, maka status kepemilikan mabi' berada di tangan pihak yang memilih hak khiyar, baike penjual maupun pembeli. Selanjutnya hak kepemilikan tsaman, tergantung pada kepemilikan mabi' yang artinya ketika mabi' dimiliki salah satu pihak, maka tsaman dimiliki pihak lain.

2. Khiyar Naqishoh (Aib)

Hak pilih antara meneruskan atau mengurungkan sebuah transaksi ketika mabi' ditemukan tidak sesuai dengan kondisi yang diinginkan yang mana tidak kesesuaian mabi' ini dapat mengurangi harga asal secara murni ataupun akibat dari praktek manipulasi. Khiyar naqishoh ini biasa juga disebut dengan khiyar aib.

Sebab-sebab diperbolehkannya khiyar aib

  1. Adanya perjanjian tertentu yang ditunjukkan pada kondisi mabi', Jika mabi' tidak sesuai dengan apa yang diinginkan.
  2. Keadaan mabi' yang diminta adalah keadaan yang sesuai dengan standar umum tidak dilebih-lebihkan.
  3. Kondisi mabil yang diminati merupakan dari hasil praktek manipulasi.
Syarat ketentuan khiyar aib

  1. Adanya aib itu terlihat pada saat serah terima atau pun sebelumnya yang artinya aib tersebut memang ada sejak lama sebelum di transaksikan.
  2. Cacat pada barang tidak diketahui oleh pembeli saat akad berlangsung dan pada saat menerima barang.
  3. Pemilik barang tidak mensyaratkan agar pembeli membebaskan barang jika barang terdapat aib.

Kriteria aib pada mabi'

  1. Aib memang telah wujud sebelum terjadi transaksi atauw wujud setelah transaksi namun sudah diserah terimakan.
  2. Aib yang mengurangi fisik pada barang sehingga menggagalkan minat pembeli.
  3. Aib yang mengurangi fisik pada barang sehingga dapat mengurangi harga pasaran.
  4. Aib yang tidak sewajarnya ditemukan pada barang tersebut.

Batas akhir khiyar aib

Batas akhir khiyar aib yaitu ketika barang ditemukan cacat pelaku transaksi tidak segera mengembalikan barang ataus setelahditemukan cacat barang dimanfaatkan seperti dijual,disewakan, dll.

Baca Juga : Hukum Riba Menurut Islam 


Sumber : www.santridalail.my.id

0 Response to "Khiyar Dalam Jual Beli dan macam macamnya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel