Macam najis dan cara mensucikannya lengkap dengan contohnya...

Macam najis dan cara mensucikannya. Syariat Islam mewajibkan membersihkan diri dari najis, karena dengan menerapkan aturan ini, Islam ingin menekankan betapa pentingnya kebersihan serta memberikan wacana bahwa kuman-kuman yang terdapat dalam najis dapat menjadi penyebar virus dan penyebab munculnya beerapa penyakit.

Macam najis dan cara mensucikannya lengkap dengan contohnya...


Pengertian najis

    Najis menurut arti bahasa ialah setiap perkara yang menjijikkan. Sedangkan menurut arti syara' adalah setiap perkara yang menjijikkan yang dapat mencegah keabsahan shalat, sekiranya tidak ada rukhsoh (kemurahan).Benda-benda yang termasuk najis :
  1. Setiap perkara yang memabukkan
  2. Air kencing
  3. Madzi, yaitu air putih yang cair, biasanya keluar ketika syahwat memuncak
  4. Wadi, yaitu air putih yang kental, biasanya keluar setelah kencing ketika
  5. pikiran tertahan, atau ketika membawa barang-barang yang berat
  6. Tinja atau kotoran manusia
  7. Kotoran hewan yang dapat dimakan atau lainnnya
  8. Anjing, babi, dan keturunannya, atau keturunan salah satunya yang
  9. dihasilkan dengan binatang lain yang suci
  10. Air luka yang berubah baunya
  11. Nanah, baik kental maupun cair, sebab nanah itu darah yang sudah busuk
  12. Darah, baik darah manusia atau lainnya kecuali hati dan limpa
  13. Empedu
  14. Muntahan
  15. Susunya hewan yang tidak dapat dimakan selain manusia, seperti susu keledai betina Bangkai, kecuali bangkai manusia, belalang, dan ikan.

Macam macam  najis dan cara mensucikannya beserta contohnya:

Najis mughallazhah 

    (Najis yang diperberat dalam mensucikannya), yaitu najisnya anjing, babi dan hewan yang terlahir dari keduanya atau melalui perkawinan silang . Cara membersihkan najis mughallazhah dengan tujuh kali basuhan setelah menghilangkan 'ainnya najis dan salah satu dari tujuh basuhan tersebut dicampur dengan debu. Sedangkan cara membasuh salah satu dari tujuh basuhan yang dicampuri dengan debu ada tiga cara:
  1. Mencampur air dengan debu sampai air tersebut mengeruh, kemudian menyiramkan air terscbut pada tempat yang terkena najis
  2. Meletakkan debu di atas tempat yang terkena najis, kemudian menyiramkan air di atas debu tersebut
  3. Menyiramkan air di atas tempat yang terkena najis, kemudian meletakkan debu di atasnya.

Najis Mukhoffafah

    Yaitu kencingnya anak laki-laki yang belum makan selain susu sebagai zat penguat badan dan umurnya belum sampai dua tahun. Cara mensucikannya cukup memercikkan air pada tempat yang terkena air kencing sampai rata.

Najis Mutawassithah 

    Yaitu najis selain najis mugholladhoh dan mukhoffafah, seperti tinja (tahi), darah, muntahan, dan nanah. Najis mutawassithah terbagi menjadi dua.
  1. Najis 'Ainiyyah Yaitu najis yang diketahui rasa, warna dan baunya. Cara mensucikannya wajib menghilangkan benda najisnya kemudian mengalirkan air diatasnya lantas apabila rasa, warna, dan baunya masih tetap, maka ditafsil, apabila sukar dihilangkan maka wajib menggosoknya tiga kali dan apabila sesudah itu, warna/baunya masih ada maka dihukumi suci.
  2. Najis Hukmiyyah Yaitu najis yang tidak diketahui rasa, warna, dan baunya. Cara menghilangkanya cukup dengan mengalirkan air di atasnya Contoh najis Hukmiyyah adalah air kencing yang sudah kering

Permasalahan Dalam Najis

  • Jika warna atau bau najis masih tersisa setelah mengupayakan agar dapat hilang, maka tempat yang terkena najis dihukumi suci.
  • Jika yang tersisa adalah warna dan baunya najis atau hanya rasanya saja, maka wajib menambahkan basuhan dengan dicampuri sabun sampai warna dan baunya najis atau rasanya hilang. Jika menurut ahlu al-khubrah (pihak yang berkompeten dalam urusan najis), sifat-sifat najis tersebut tidak bisa hilang kecuali dengan dipotong, maka dima 'fu dan sah melakukan shalat dengan membawa najis tersebut. Dan jika memungkinkan menghilangkannya setelah shalat, maka wajib dihilangkan.



Sumber : www.santridalail.my.id

0 Response to "Macam najis dan cara mensucikannya lengkap dengan contohnya..."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel