Makalah Tentang Wudhu, Tayamum Dan Mandi Besar LENGKAP.....

    Makalah tentang wudhu tayamum dan mandi besar. Disini kami akan membahas secara lengkap mengenai 3 hal ritual Thaharah ( bersuci ) ini, meliputi  segi pengertian syarat rukun dan tata caranya. memang ? sudah banyak orang yang sudah tahu paham akan hal ini ,  akan tetapi tak sedikit pula dari teman kita yang baru mengenal agama islam atau adik adik kita yang baru mempelajari ilmu fiqih, mereka masih perlu pengetahuan lebih mengenai tatacara besuci ini.semoga makalah dibawah ini nanti bisa bermanfaat untuk kalian semua ya. Mari simak bersama.

Makalah tentang wudhu, tayamum dan mandi besar LENGKAP.....

WUDLU

Pengertian Wudhu

    Wudhu menurut bahasa adalah sebutan untuk pembasuhan menggunakan  sebagian anggota tubuh ,baik dengan atau tanpa niat. Sedangkan menurut istilah adalah cara atau ritual besuci kita  menggunakan air, yang mana bertujuan unrtuk menghilangkan hadats kecil guna menjalankan ibadah yang diharuskan suci dari hadast kecil tersebut,  semisal mau menjalankan shalat, memegang alquran dan lain lain.

Syarat-syarat Wudhu :

  1. Islam
  2. Tamyiz(berakal/baligh)
  3. Tidak ada perkara yang membatalkan wudlu.
  4. Adanya air yang digunakan harus air mutlaq.
  5. Anggota wudhu bersih dari perkara yang menghalangi air datang ke kulit.
  6. Masuk waktunya sholat bagi orang yang selalu hadast.
  7. Mengetahui tata cara wudlu.

Fardunya wudlu ada 6:

  1. Niat ketika membasuh permulaan bagian wajah.
  2. Membasuh wajah.
  3. Membasuh kedua tangan sampai kedua siku.
  4. Mengusap sebagian kepala.
  5. Membasuh kedua kaki.
  6. Tartib.

Sunnah-sunnah wudlu :

  1. Membaca basmalah.
  2. Membasuh kedua telapak tangan,
  3. Berkumur.
  4. Istinsyaq (menghisap air dengan hidung lalu mengeluarkannya).
  5. Mengusap seluruh kepala.
  6. Mengusap kedua telinga.
  7. Menyela-nyelai jenggot yang lebat.
  8. Menyela-nyelai jari tangan dan kaki.
  9. Mendahulukan anggota kanan.
  10. Tastlist atau mengulangi tiga kali pada setiap basuhan dan usapan.
  11. Muwalah (continue) yakni membasuh anggota kedua sebelum anggota pertama kering
  12. Membaca do'a setelah wudlu.

Hal-hal yang dapat membatalkan

  1. Sesuatu yang keluar dari salah satu qubul atau dubur kecuali mani,
  2. Tidur ghoiru mutamakkin (tidak menempelkan pantat pada tempat duduk)
  3. Hilangnya aqal semisal mabuk, gila, epilepsy
  4. Bertemunya kulit laki-laki dan perempuan yang keduanya sudah mencapai batas shahwat dan bukan tergolong mahrom.
  5. Memegang alat kelamin, baik miliknya sendiri atau orang lain dengan telapak tangan.

TAYAMUM

Pengertian Tayamum

    Tayamum di syariatkan untuk mempermudah manusia ketika kesulitan/ berhalangan menggunakan air. Adapun terpilihnya debu sebagai pengganti air dalam tayamum karena air dan debu memiliki banyak kesamaan dan hubungan Ruhaniyyah yang sangat erat. Sebab meskipun terlihat mengotori namun pada hakikatnya debu dapat membangkitkan kelesuan (beribadah) anggota tubuh akibat dosa dan maksiat yang dilakukan seseorang
    Tayamum menurut arti bahasa adalah menyengaja. Sedangkan secara istilah adalah medatangkan debu yang suci ke wajah dan kedua tangan sebagai ganti wudlu dan mandi.

Syarat Syarat Tayamum

    Ada beberapa syarat atau sebab  yang harus terpenuhi sebelum melakukan tayamum. Yakni sebagai berikut:
  1. Adanya udzur (Halangan) sebab bepergian atau sakit.
  2. Masuk waktunya sholat.
  3. Harus mencari air setelah masuknya waktu sholat yang dilakukan oleh dirinya sendiri atau oleh mas orang yang telah mendapatkan izin.
  4. Terhalang (udzur) menggunakan air seperti takut menggunakan air yang menyebabkan kehilangan nyawa, atau kemanfaatan anggota. Harus dengan debu yang suci mensucikan yang mengandung bledug, serta tidak basah.

Rukun Tayamum 

  1. Memindahkan debu
  2. Niat
  3. Mengusap wajah
  4. Mengusap kedua tangan sampai kedua siku.
  5. Tertib.
    Dalam tayamum mengusap kepala dan kaki tidak termasuk fardlu, mengusap kepala dipandang sebagai sesuatu yang buruk. Sebab hal ini biasa dilakukan masyarakat saat tertimpa musibah, meninggalnya seseorang, sebagai expresi perasaan tidak menerima, takdirillahi. Sedang kaki tidak diusap sebab kaki senantiasa bersentuhan dengan debu.

Niat Tayamum

    Mayoritas uama syafi'iyah sepakat bahwa prinsip utama dalam niat tayamum adalah agar dapat diperkenankan melakukan ibadah yang membutuhkan taharah. Dalam iteratul salaf , hal semacam ini lebih dikenaldengan bahasa niat istibahah. Contohnya seperti :

    Saya niat tayamum agar dapat melakukan shalat / memegang mushaf/ thawaf semata mata karena ALLAH SWT.

Sunnah-Sunnah Tayamum

  • Membaca basmalah.
  • Mendahulukan tangan kanan dari tangan kiri, dan mendahulukan bagian atas wajah daripada bagian bawahnya.
  • Mualah atau tidak putus-putus.
  • Meniup debu dari telapak tangan agar menjadi tipis.
  • Menghadap qiblat.
  • Melepas cincin pada usapan pertama, adapun pada usapan kedua hukumnya Wajib.

Hal-hal yang dimakruhkan di dalam tayamum

  • Menggunakan debu secara berlebihan.
  • Mengulangi usapan.
  • Memperbaharui tayammum (tajdid al-tayammum) meskipun setelah shalat.
  • mengibas ngibaskan kedua tangan setelah melakukan ritual tayamum .

Hal-hal yang membatalkan tayamum

  1. Setiap hal yang membatlkan wudlu
  2. Murtad
  3. Menyangka adanya air dan tayamum tersebut disebabkan tidak adanya air, maka konsekuensi hukumnya diperinci sebagai berikut :
  • Jika tayamum dilakukan sebelum masuknya waktu shalat dan tidak ada yang menghalangi antara mutayammim (pihak yang bertayammum) dan air -semisal binatang buas-, maka tayamumnya batal sebab menyangka dan meyakini adanya air
  • Jika tayamum dilakukan sebelum masuknya waktu shalat dan ada sesuatu yang menghalangi, maka tayamumnya tidak batal jika melihat sesuatu yang menghalangi tersebut sebelum melihat air atau secara bersamaan.
  • Dan jika menyangka atau meyakini adanya air sebelum sesuatu yang menghalangi, maka tayamumnya batal
  • Jika tayamum dilakukan setelah masuknya waktu shalat, maka tayamumnya tidak batal secara mutlak sebab menyangka adanya air.
  • jika meyakini adanya air, maka hukumnya diperinci sebagai berikut :
  1. Ketika shalat yang dilakukan berkewajiban diqadla', seperti tayamum ditempat yang banyak ditemukan air, maka shalat dan tayamumnya batal.
  2. Ketika shalat yang dilakukan tidak perlu digadla', seperti tayamum ditempat yang minim air, maka shalatnya sah.

MANDI ( Ghuzl )

Pengertian Mandi 

    Yang dimaksud ( Ghuzl ) mandi menurut bahasa adalah mengalir. Sedangkan menurut istilah  ialah mengalirkan air ke seluruh badan disertai niat. Adapun perkara yang mewajibkan mandi ada 6 :
  1. Keluar mani
  2. Bersetubuh
  3. Mati bagi orang Islam selain mati syahid
  4. Haid
  5. Nifas
  6. Wiladah atau melahirkan

Hukum Mandi Besar

  1. Wajib, seperti bernadzar melakukan mandi yang disunahkan.
  2. Sunah, seperti mandi-mandi yang disunahkan.
  3. Mubah jika bertujuan membersihkan badan dan tidak disertai niat untuk kebaikan.
  4. Makruh, yakni mandi dengan menyelam bagi orang yang berpuasa.
  5. Haram, yakni mandi menggunakan air hasil ghashab. ( Meminjam tetapi tidak bilang pada pemiliknya ).

Fardlu (Rukun) mandi ada 3 (tiga)

1. Niat.
2. Meratakan air ke seluruh badan.
3. Menghilangkan najis yang terdapat pada badan.

Hal-hal yang dimakruhkan dalam mandi.

  1. Berlebihan dalam menggunakan air,
  2. Mandi pada air yang diam dan kurang dari dua qullah. Karena berpotensi dapat menyebabkan air tersebut menjadi musta'mal.

Sunnah-sunnah mandi.

1. Membaca Basmalah.
2. Wudlu sebelum mandi.
3. Menggosok badan dengan tangan.
4. Menghadap kiblat.
5. Memulai mengalirkan air ke bagian tubuh sebelah kanan.
6. Memulai mengalirkan air pada bagian atas.
7. Membasuh dua kali dan tioga kali.
8. Memasukkan air ke sela-sela rambut dan jari.
9 Membaca do'a setelah mandi dan do'anya sama dengan setelah wudlu,

Mandi yang disunnahkan:

  • Dihari  Jum'at
  • Mandi hari raya Idul Fitri dan Idul Adha
  • Mandi Istiqo'
  • Mandi guna melaksanakan sholat gerhana bulan atau gerhana matahari,
  • Mandi setelah memandikan mayat
  • Mandinya orang kafir ketika masuk Islam
  • Mandinya orang gila, epilepsi (ayan, Jawa) ketika sembuh
  • Mandi ketika akan melaksanakan ikhrom
  • Mandi ketika akan masuk kota makkah
  • Mandi guna melaksanakan wuquf di padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah
  • Mandi guna melaksanakan mabit (menginap) di kota Muzdalifah
  • Mandi guna melempar jumroh, baik jumroh kubro, jumroh wustho, dan jumroh aqobah
  • Mandi guna melaksanakan Thowaf, baik thowaf qudum, ifadoh, maupun
  • Thowaf wada' ( perpisahan )
    Masih Banyak  kekurangan didalam makalah wudhu tayamum dan mandi besar ini,  kami harap anda  memberi masukan untuk kami supaya kami dapat membenahi tulisan kami dan  lebih semangat dalam hal memberikan artikel selanjutnya yang bermanfaat tentunya.

Sumber : www.santtridalail.my.id

0 Response to " Makalah Tentang Wudhu, Tayamum Dan Mandi Besar LENGKAP....."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel